Friday , 18 August 2017
Latest Blog
Menjadi Pemimpin Yang Hadir

Menjadi Pemimpin Yang Hadir

Seorang manager duduk termenung diruang kerjanya menjelang jam sepuluh malam. Dia masih belum juga paham, mengapa anak buahnya tidak bisa menyelesaikan pekerjaan yang sudah merupakan kegiatan rutin selama bertahun-tahun. Mustahil, jika mereka tidak bisa menangani pekerjaan itu. Yang membuatnya heran adalah; hal itu sudah terjadi berulang kali selama kepemimpinannya. Dia bertanya kepada dirinya sendiri; ‘apa yang salah dengan cara saya memimpin mereka?

Dengan lesu dia membuka buku hariannya. Matanya, kemudian tertawan oleh halaman yang berjudul ‘Agenda Hari Ini’. Dia membuka lembaran lainnya. Dan dia temukan judul yang sama di setiap lembarnya. Kecuali tanggalnya saja yang berbeda. Itu adalah jadwal yang menggambarkan betapa sibuk keseharian kerjanya sebagai seorang pimpinan.

Masih gontai, dia melihat apa saja agenda kegiatan yang dijalaninya hari ini. Dihalaman itu, dia banyak menemukan kata ‘meeting’. Lalu dibukanya agenda sebelumnya. Dan dia pun menemukan banyak kata ‘meeting’ disana. Dibukanya lembaran lainnya lagi. Juga ditaburi dengan kata ‘meeting’ lagi. Semakin banyak lembaran yang dilihatnya, semakin banyak juga kata meeting ditemukannya. Jika tidak meeting, maka kata paling dominan dalam agendanya adalah ‘traveling’.

Dia menarik nafas panjang. Entah apa yang ada dalam benaknya. Tetapi. Perlahan-lahan, dia merasa enek dengan kedua kata itu. Meeting dan traveling. Diingatnya kembali berapa kali dalam sehari dia meeting dan berapa kali dalam sebulan dia traveling. Lalu…’Oooooo….’ desahnya sambil mengusapkan kedua telapak tangannya diwajahnya. Dia mengerti sekarang.

Sang manager membuka agenda kerjanya untuk besok. Disana, dia melihat sederet rangkaian meeting. Dibelakang setiap kata meeting itu ada keterangan ‘dengan…..’. Diambilnya sebuah pulpen. Lalu dia mencoret setiap kata dan kalimat yang tertulis setelah kata ‘dengan ‘. Kemudian atas coretan itu dia membubuhkan frase ‘anak buah saya’. Manager itu bertekad bahwa mulai besok pagi, dia akan lebih banyak bertemu dengan anak buahnya. Duduk bersama mereka. Mendengarkan suara mereka. Bertanya tentang progres pekerjaannya, atau apa saja yang mereka butuhkan supaya pekerjaannya bisa diselesaikan dengan baik.

Setelah membuat rencana kerja untuk besok pagi itu, dia bisa pulang ke rumah dengan tenang. Sesampai dirumah, dia merasa lega melampaui biasanya. Ketika bertemu dengan istrinya dia bisa sedemikan relaxnya. Sehingga malam itu dihabiskannya dengan suasana yang luar biasa. Keesokan paginya, dia bangun dengan kesegaran dan kebugaran tiada tara. Lalu tiba dikantor dengan gairah yang menggelora. Anak buahnya terpana melihat perubahan itu. Mereka merasakan, betapa sekarang atasannya hadir untuk mereka. Dan sejak saat itu, tidak ada lagi pekerjaan yang tidak bisa diselesaikan.

Sumber : http://www.dadangkadarusman.com/2014/09/03/menjadi-pemimpin-yang-hadir/

About Fahrudin

Seorang suami dan ayah dari 2 anak. Pecandu Teknologi Informasi, bisa betah berjam-jam kalau sudah didepan Laptop+Internet. Dan perindu Syurga-Nya :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

BIGTheme.net • Free Website Templates - Downlaod Full Themes