Thursday , 29 June 2017
Latest Blog
Muhasabah Usia Manusia

Muhasabah Usia Manusia

Tulisan kali ini merupakan bentuk dari muhasabah seorang anak manusia yang telah dilahirkan ke dunia yang fana dan penuh dengan fitnah ini kurang lebih 30 tahun yang lalu (menurut perhitungan kalender tahun masehi). Ya, bertepatan dengan hari ini 2 september 2014, kurang lebih 30 tahun yang lalu saya dilahirkan kedunia ini melalui rahim seorang Ibu dengan penuh perjuangan lagi kesusahan yang teramat sangat. Diantara hidup dan mati seorang Ibu akan berjuang sekuat tenaga untuk melahirkan putra-putrinya tanpa mempedulikan keselamatan  diri-nya sendiri. Semoga Allah selalu memberikan keberkahan dalam segala aktifitas beliau. Dan semoga Allah selalu memberikan rahmat dan hidayah-Nya disetiap detik kehidupan beliau. Amiin”

Mari kita renungi firman Allah daam Al-Qur’an :

“Tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku”
(QS. adz-Dzariyat: 56)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memerhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
(Al-Hasyr: 18)

Rosulullah pun bersabda dalam haditsnya :

Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi RabbNya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya.”
(HR. at-Tirmidzi no. 2416, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir, jilid 10, hal 8, no. 9772 dan Hadits ini telah dihasankan oleh Syaikh Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah no. 946)

Dari dalil tersebut diatas jelaslah tujuan penciptaan manusia di dunia ini, tidak lain adalah untuk memanfaatkan waktu yang telah Allah berikan untuk beribadah kepada-Nya. Dan memanfaatkan setiap detik yang dilewati-Nya dengan aktfitas yang diridhoi oleh-Nya.

Allah SWT berfirman :

“Demi masa [1], sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka) [2], kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.[3]”

(Al ‘Ashr: 1-3)

Maka merugilah manusia yang dalam kehidupannya melupakan hakikat penciptaan dirinya, dan kecelakaanlah bagi dirinya. Kecuali mereka yang memanfaatkan waktu yang diberikan oleh Allah dengan sebaik-baiknya dalam beribadah dan amal sholeh yang lainnya.

Sungguh setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati, semua sudah ditentukan dan ditetapkan waktunya dan tertulis dalam kitab lauhul mahfudz. Tidak ada yang abadi di dunia ini, kematian itu sudah pasti hanya menunggu waktu. Panjang umur bukanlah jaminan kebahagiaan jika kita tidak bisa memanfaatkannya dengan baik. Maka merugilah manusia yang diberikan nikmat panjang umur namun waktu itu berlalu sia-sia dengan perkara yang tidak bermanfaat bahkan tak jarang dipenuhi dengan kemaksiatan kepada Allah, naudzubillah.

“Panjangnya umur tidaklah menjamin seseorang untuk mendapatkan syurga, namun memanfaatkan setiap detik yang ada dengan baik (ibadah & amal sholeh) Insya Allah akan mempermudah jalan menuju syurga-Nya. Dan semoga kita tergolong ummat yang mendapatkan kenikmatan syurga kelak yang luasnya seluas langit dan bumi.”

About Fahrudin

Seorang suami dan ayah dari 2 anak. Pecandu Teknologi Informasi, bisa betah berjam-jam kalau sudah didepan Laptop+Internet. Dan perindu Syurga-Nya :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

BIGTheme.net • Free Website Templates - Downlaod Full Themes