Friday , 18 August 2017
Latest Blog
Selamat Tinggal Ramadhan 1437H

Selamat Tinggal Ramadhan 1437H

Tidak terasa sudah 30 hari ramadhan segera berlalu di tahun 1437H ini, tepat dihari ini 05 Juli 2016 adalah hari terakhir Ramadhan ditahun ini.

Berbagai keutamaan bulan ramadhan-pun akan segera berlalu, bersamaan dengan kepergiannya.

  • Bulan dimana pahala dilipatgandakan
  • Bulan dimana setan dibelenggu
  • Bulan dimana pintu syurga dibuka selebar-lebarnya
  • Bulan dimana keberkahan diturunkan sebanyak-banyaknya
  • Bulan dimana pintu taubat dibuka seluas-luasnya
  • Bulan dimana turunnya Al-Quran
  • Bulan dimana terdapat 1 malam yang lebih utama dari 1000 bulan (lailatul qadr)
  • Bulan dimana setiap muslim berlomba untuk bersedekah
  • Bulan dimana setiap muslim saling berlomba dalam amal sholeh
  • Bulan dimana bacaan Qur’an terlantun disetiap lisan muslim
  • Bulan dimana setiap muslim selalu menunggu-nunggu dengan mengucapkan “Marhaban Yaa Ramadhan”
  • Bulan dimana setiap muslim akan sedih akan kepergiannya
  • Dan masih banyak keutamaan-keutamaan lain …

Pertanyaan-nya adalah ? (Muhasabah untuk diri saya sendiri)

  • Sudahkah kita mengisi Ramadhan ini dengan optimal dan maksimal ?
  • Apakah Ramadhan ini telah menempa kita menjadi manusia yang ber-Taqwa ?
  • Akankah kita bertemu lagi dengan Ramadhan ditahun berikutnya ?

Wallahu a’lam, hanya Allah yang maha mengetahui hasil atas segala daya dan upaya yang telah kita lakukan di bulan Ramadhan ini.

Tugas kita hanya menjaga ke-istiqomahan atas amalan yang biasa dilakukan dibulan Ramadhan, agar terus berlanjut dibulan-bulan setelahnya. Dan semoga amalan kita diterima oleh Allah subhanallahu wata’ala … Aamiin

Coba kita gali dari perkataan Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berikut, beliau rahimahullah berkata,

أن معاودة الصيام بعد صيام رمضان علامة على قبول صوم رمضان فإن الله إذا تقبل عمل عبد وفقه لعمل صالح بعده كما قال بعضهم : ثواب الحسنة الحسنة بعدها فمن عمل حسنة ثم اتبعها بعد بحسنة كان ذلك علامة على قبول الحسنة الأولى كما أن من عمل حسنة ثم اتبعها بسيئة كان ذلك علامة رد الحسنة و عدم قبولها

“Kembali lagi melakukan puasa setelah puasa Ramadhan, itu tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan. Karena Allah jika menerima amalan seorang hamba, Allah akan memberi taufik untuk melakukan amalan shalih setelah itu. Sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama, ‘Balasan dari kebaikan adalah kebaikan selanjutnya.’ Oleh karena itu, siapa yang melakukan kebaikan lantas diikuti dengan kebaikan selanjutnya, maka itu tanda amalan kebaikan yang pertama diterima. Sedangkan yang melakukan kebaikan lantas setelahnya malah ada kejelekan, maka itu tanda tertolaknya kebaikan tersebut dan tanda tidak diterimanya.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 388).

Salah satu pelajaran yang bisa kita petik adalah dari perkataan,

ثَوَابُ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا

“Balasan dari kebaikan adalah kebaikan setelahnya.”

Atau perkataan yang lainnya yang diutarakan oleh Ibnu Katsir ketika membahas tafsir surat Al-Lail,

مِنْ ثَوَابِ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا، وَمِنْ جَزَاءِ السَّيِّئَةِ السَّيِّئَةُ بَعْدَهَا

“Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya dan di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 7: 583).

Berarti tanda amalan Ramadhan kita diterima adalah menjadi lebih baik selepas Ramadhan atau minimal menjaga kebaikan yang telah ada. Contoh kebaikan yang dilakukan setelah Ramadhan adalah puasa Syawal. Tanda amalan kita di bulan Ramadhan tidak diterima adalah setelah Ramadhan tidak lagi ada kebaikan, bahkan sampai meninggalkan kewajiban seperti kewajiban shalat lima waktu.

 

About Fahrudin

Seorang suami dan ayah dari 2 anak. Pecandu Teknologi Informasi, bisa betah berjam-jam kalau sudah didepan Laptop+Internet. Dan perindu Syurga-Nya :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

BIGTheme.net • Free Website Templates - Downlaod Full Themes